Aku termasuk orang yang menggemari kajian-kajian keIslaman berkaitan dengan peradaban dan pemikiran Islam. Ide menulis topik ini muncul ketika mendengar kajian tematik Ustadz Yayat Hidayat terkait peradaban Islam. Judul kajian tersebut “Membangun Konstruksi Sejarah Peradaban Islam Andalusia Di Era Globalisasi”. Jika kita berbicara peradaban maka tidak lepas dengan pemahaman bahwa konteks peradaban yang dimaksud ialah kemapanan dari semua kehidupan realitasnya. Sejarah membuktikan bahwa umat Islam pernah mencapai peradaban yang gemilang di Spanyol. Kita tentu tahu siapa Imam Qurthubi dan darimana asal beliau dan apa karya beliau yang paling monumental. Kita juga tahu siapa Tariq Ibn Ziyad yang namanya sekarang diabadikan menjadi sebuah selat Gibraltar. Ilmu pengetahuan begitu luas dan tersebar. Bahkan sampai orang-orang non-Islam banyak sekali yang belajar di sekolah-sekolah Islam tersebut. Akan tetapi sekarang kegemilangan tersebut hanya menjadi sebuah kenangan yang tersisa. Perbedaan antara ulama Islam jaman dulu dengan orientalis sekarang ialah, mereka para ulama mengajarkan ilmunya tidak pernah ada niatan atau misi untuk menyesatkan murid-muridnya. Sehingga agama ini menjadi semakin lebih dikenal dengan mudah. Beda dengan para orientalis yang sesat dan menyesatkan para pemuda Islam karena memang misi mereka salah satunya untuk menghancurkan Islam dari dalam. Mereka para orientalis mengutak-atik syariat Islam yang sudah sempurna dengan mengandalkan otak manusia yang kecil dan terbatas. Sehingga jangan heran ketika kita menemukan orang-orang dengan titel yang tinggi seperti Doktor, Profesor atau apa pun itu tapi ketika berbicara -mungkin karena saking pinternya- mencampuradukkan antara yang hak dengan batil. Walaupun mereka mendapat kecaman yang keras akan tetapi tetap terus berkoordinasi dan terus meneliti mencari-cari kelemahan dari agama ini. Sungguh menggelikan.
Kita tentu masih ingat baru-baru ini terdapat berita berkenaan dengan akan diadakannya pertemuan antara kaum gay dan lesbian di Indonesia tepatnya di Surabaya. Ketika berita tersebut muncul apa yang ada di benak anda ?. Biasa ?. Aneh ?. Tidak ada rasa apa-apa ?. Benci ?. Marah ?. Atau apa ?. Ada tidaknya perasaan di hati anda adalah salah satu tolok ukur keimanan anda. Akan tetapi walhamdulillah pertemuan itu tidak jadi diadakan karena ditolak oleh para aktivis dan umat Islam Surabaya. Walaupun ada LSM yang menyebutkan bahwa penolakan tersebut tidak sesuai dengan hak asasi manusia. Yeah, kalau ada orang yang komentar seperti ini maka aku akan menjawab sebagaimana dulu Guruku menjawab. “Manusianya siapa ?”. Orang waras seperti apa yang bisa-bisanya menyetujui hal tersebut maaf kita tidak perlu bicara manusia tapi coba kita lihat binatang. Binatang saja masih bisa membedakan mana yang betina dan mana jantan, lah ini udah bukan binatang tapi kelakuannya lebih bejat daripada binatang. Apalagi mau ada wacana memindahkan pertemuan tersebut di Yogyakarta. Maka siap-siap saja kita dilempar dari langit jika memang hal tersebut terjadi dan tidak ada satu pun orang-orang yang berusaha mencegahnya. Apakah kita lupa dengan kisah Nabi Luth ?. Subhanalloh, kisah tersebut dijelaskan oleh Alloh sebagai pelajaran agar kita tidak mengulangi kebejatan tersebut. Kok ada gay dan lesbian ?. Tidak perlu heran, ini juga hasil produk-produk peradaban barat itu sendiri. Buah karya dari para “alim-alim” mereka yang “luar biasa”.
Dari kejadian-kejadian yang ada kita sudah melihat dengan jelas. Mereka -para orang-orang “pintar”- ini telah melakukan koordinasi dengan “matang” atau boleh dikatakan terorganisir dengan baik bahkan saling bekerja sama. Merapatkan barisan mereka untuk menghantam syari’at Islam yang sampai sekarang masih berdiri dengan kokohnya. Bahkan yang aku heran, diantara orang-orang Muslim sendiri bahkan sudah saling Hajr dan Hajar. Bermodal semangat untuk dakwah memperbaiki umat, sikut kiri dan sikut kanan dan akhirnya yang terjadi adalah apa yang anda saksikan hari ini. Seharusnya yang ada ialah memperbaiki tapi ternyata sebaliknya (walaupun ngomongnya mau memperbaiki). Tidak perlu pakai kaidah tapi kenyataan yang berbicara di kehidupan nyata. Barangsiapa yang menanam angin maka dia akan menuai badai, CMIIW. Umat membutuhkan solusi bukan dijejalkan dengan hal-hal yang menyudutkan mereka. Maka satu yang ingin aku katakan, “Orang-orang gila sudah mulai merapatkan barisan, bagaimana dengan anda ?”. Semua pilihan ada di tangan kita sendiri. Kita mau merusak atau mau memperbaiki realita yang menjadi bukti.
Sebagai penutup aku bukan jualan kecap. Tapi mari kita semua berfikir kembali. Masing-masing dari kita punya tanggung jawab untuk melakukan perbaikan dan bukan menambah rusak. Manfaatkan dan kerjasamalah dengan baik. Seharusnya kita yang waras lebih canggih dalam merapikan barisan. Kalau tidak bisa bekerja sama maka lebih baik anda diam dan duduk di rumah saja. Biarkan mereka yang sedang berusaha di bidangnya masing-masing untuk bekerja. Nasehat dan kritikan yang membangun akan lebih bermanfaat daripada ocehan tidak jelas dan merusak.


Bagaimana caranya orang2 baik merapatkan barisan pakde?
.
▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
▒▒▓███▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
▒▒▓█▓▓██▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
▒▒▓█▒▒███▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
▒▒▓█▒▓█▒█▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
▒▒▓███▒▒█▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
▒▒▓██▒░▒█▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
▒▒▓█▓░▒▒█▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
▒▒▓█▓▒▒▒█▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
▒▒▓█▓▒▒▒██▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
▒▒▓█▓▒▒▒▒██▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
▒▒▓█▓▒▒▒▒▒██████████████████████▓▒▒
▒▒▓█▓▒▒▒▒▒▒▒▓█████████████████████▒
▒▒▓█▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒░░░░░░░░░░░░░. ▓█▓
▒▒▓█▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓███▒
▒▒▓█▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▓█████████████████▒
▒▒▓█▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒██░░░░░░░░░░░░░░▓█▓
▒▒▓█▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▓█▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓██▒
▒▒▓█▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒█████████████████▒
▒▒▓█▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒██░░░░░░░░░░░░░░▓█▓
▒▒▓█▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▓█▓▒▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓██▒
▒▒▒██▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒█████████████████▒
▒▒▒▓██▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒██▒░▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒░░▓█▓
▒▒▒▒▓███▓▓▓▓▓▓▓▒██▓▒▓▓▓▓▓▓▓▓▓▒▒▒██▓
▒▒▒▒▒▒▓██████████████████████████▒▒
▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
╔╗╔╦╦╦═╗╔══╦╦╦╦═╗
║║║║═╣═╣╚╗╔╣╩║║═╣
║╚╣║║║═╣═║║║╦║╠═║
╚═╩╩╩╩═╝═╚╝╚╩╩╩═╝
═════════════════
@Pakde Beta: menurut antum piye
?
kerja gilaaaa
haha