Cara Installasi GNU/Linux Lubuntu

Cara Installasi GNU/Linux Lubuntu

Sesuai dengan janji pada artikel sebelumnya di Mengenal GNU/Linux Lubuntu, kali ini akan saya jelaskan langkah-langkah installasinya dengan menggunakan virtualization pada virtualbox.
Saya tidak akan menjelaskan lagi bagaimana cara memuat file ISO ke virtualbox karena hal tersebut pernah dibahas pada artikel sebelumnya. Silahkan muat ISO dari GNU/Linux Lubuntu yang pernah anda download sebelumnya. Kemudian tekan tombol “Start” setelah semuanya telah siap sehingga virtualbox mulai booting ISO image GNU/Linux Lubuntu. Terlihat beberapa pilihan dari proses awal installasi GNU/Linux Lubuntu. Pilih “English” sebagai bahasa kemudina pilih “Install Lubuntu” (anda boleh memilih bahasa yang digunakan untuk installasi dengan bahasa favorit anda).

Setelah memilih akan muncul logo dari GNU/Linux Lubuntu. Tunggulah beberapa saat.

Kecepatan dari proses tergantung ketika anda memilih menggunakan berapa mega dalam penggunaan RAM. Setelah selesai proses load sistem operasi ke RAM maka kita akan dihadapkan dengan sebuah tampilan cantik dari GNU/Linux Lubuntu yang berwarna biru.

Kita baru sampai pada awal tahapan installasi so jangan terburu-buru. Mari kita perhatikan di sudut pojok kiri atas terdapat sebuh icon bertuliskan “Install Lubuntu 10.04”. Silahkan klik icon tersebut untuk memulai.

Setelah itu kita akan muncul window dialog “Install”. Pada tahap ini kita diminta untuk memilih bahasa yang akan digunakan untuk GNU/Linux Lubuntu kita kedepan nanti. Silahkan pilih bahasa yang anda gunakan. Kalau saya pribadi cenderung untuk memilih menggunakan “English”. Bukan apa-apa tapi untuk memudahkan dalam mengoperasikan saja. Jika sudah maka klik “Forward”.

    Langkah selanjutnya kita akan diminta untuk memilih waktu yang digunakan. Silahkan pilih “Jakarta” seperti yang ada di gambar. Kemudian pilih “Forward” lagi.

Selanjutnya anda diminta untuk memilih “Keyboard Layout”. Saran saya ikut sesuai dengan yang di “suggested” dan “Forward” kembali.

Setelah itu anda akan diminta untuk mulai mem-partisi hard disk yang akan digunakan untuk installasi GNU/Linux Lubuntu. Karena ini adalah virtual maka kita telah menyiapkan sebelumnya hard disk virtual sesuai dengan yang kita input sebelumnya. Jika ada kesempatan akan saya jelaskan lebih detil terkait cara partisi disk agar ketika dihadapkan dengan real partisi sebuah server atau desktop kita dapat melaluinya dengan baik. Untuk kali ini anda tidak perlu khawatir cukup pilih “Erase and use entire disk” dan “Forward” lagi.

Selanjutnya kita akan diminta memasukkan username dan password. Silahkan diisi sesuai dengan apa yang diminta.  Pilih nama kita kemudian username yang akan digunakan untuk login dan nama dari komputer yang kita install. Kemudian “Forward”. Kemudian langkah selanjutnya kita akan mendapatkan konfirmasi apakah pilihan-pilihan yang tadi telah kita tentukan sudah yakin atau apakah akan ada perubahan. Jika sudah yakin pilih “install” dan biarkan proses yang ada berjalan.

Setelah proses installasi dan update via internet (jika anda terkoneksi internet) telah selesai maka akan muncul window lagi. Pilih “Restart Now”.

Setelah itu sistem akan booting ulang. Jangan lupa untuk mengeluarkan CDROM (ISO image GNU/Linux Lubuntu) anda agar tidak mengulang proses installasi dari awal.
Terakhir proses installasi selesai dan anda akan dihadapkan dengan halaman GNU/Linux Lubuntu yang berwarna biru. Selamat mencoba !

No Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. My Journey for Operating System | Andrey Ferriyan - […] okay for me and I have to say goodbye to my Gentoo and find another that suit my machine.…
  2. Mengenal Installasi FreeBSD - Andrey Ferriyan | Andrey Ferriyan - […] tiga buah partisi, freebsd-boot, freebsd-ufs, freebsd-swap. Sekali lagi tidak jauh berbeda dengan GNU/Linux. Langsung saja pilih “Finish”. Setelah itu…
  3. Change Desktop Environment and XTerm Configuration - Andrey Ferriyan | Andrey Ferriyan - […] with the desktop environment. Oh by the way, I’m using VirtualBox with newest version. So Ubuntu 12.04 said if I insist…
  4. Mengenal dpkt (Bagian 2): Menangkap Paket Data dengan tcpdump - Andrey Ferriyan - […] UNIX-like seperti GNU/Linux Lubuntu atau FreeBSD. Alternatif lain jika kita tidak menggunakan GNU/Linux Lubuntu atau FreeBSD, kita bisa memanfaatkan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *