Catatan Integrasi Traefik dengan Nextcloud

Pada artikel pertama Catatan Integrasi dengan Traefik saya memberikan secara sekilas bagaimana integrasi dengan Traefik dilakukan. Ya, mungkin masih belum jelas karena yang saya sampaikan baru “curhatan” (baca: catatan) awal alasan kenapa saya menggunakan Traefik. Maka pada artikel kali ini saya coba untuk menjelaskan kondisi docker kontainer yang ada pada server saya.

Ada dua sistem yang berjalan pada server, pertama adalah layanan nextcloud sedangkan yang kedua adalah blog qudori.web.id. Kedua sistem ini berjalan dengan menggunakan docker yang saya racik dengan docker-compose. Disini saya masih belum menjelaskan integrasi traefik docker karena yang ingin saya jabarkan baru kondisi lama. Berikut adalah konfigurasi docker-compose untuk menjalankan nextcloud.

Saya akan jelaskan secara bertahap dari mulai nextcloud. Bagi yang ingin melihat alasan saya menggunakan self-hosting dari nextcloud bisa langsung cek disini.

Untuk nextcloud, ada tiga buah container yang akan jalan. Pertama adalah db (dimulai baris 8), kedua adalah app (dimulai baris 26), ketiga adalah web (dimulai baris 40).  Untuk fungsi dari masing-masing parameter silakan cek kembali dokumentasi dari docker.

Dengan asumsi docker dan docker-compose sudah terpasang di server kita, silakan buat satu buah direktori untuk menaruh konfigurasi dari docker-compose dari nextcloud. Sebagai contoh namanya adalah nextcloud. Dalam direktori nextcloud ini terdapat beberapa buah berkas diantaranya adalah:

  1. docker-compose.yml
  2. nginx.conf
  3. uploadsize.conf

Kenapa ada dua buah berkas tambahan?, nginx.conf dan uploadsize.conf?. Hal ini dikarenakan kita membutuhkan konfigurasi dari web server nginx agar dapat berjalan dengan baik. Adapun uploadsize.conf ini lebih ke konfigurasi kapasitas berkas yang bisa kita upload dan download ketika menggunakan nginx.conf.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada nextcloud, pertama adalah parameter networks, kedua adalah environment. Pada parameter networks ada reverseproxy. Jika ditempat kita tidak ada networks yang bernama reverseproxy maka akan terjadi kesalahan. Silakan dibuat terlebih dahulu. Selanjutnya parameter environment bisa dicek kembali dan sesuaikan dengan informasi yang ada pada server kita masing-masing.

Setelah nextcloud sudah dapat berjalan selanjutnya untuk integrasi dengan Traefik maka cukup tambahkan parameter berikut pada konfigurasi docker-compose yang kita miliki. Tambahkan parameter pada bagian web setelah parameter restart. Namakana parameter baru anda dengan labels. Lebih lengkapnya silakan cek berikut.

labels:
– “traefik.enable=true”
– “traefik.backend=nextcloud_web”
– “traefik.docker.network=reverseproxy”
– “traefik.frontend.rule=Host:domain.nextcloud.anda”
– “traefik.port=80”
– “traefik.frontend.passHostHeader=true”

Hal yang perlu diingat, informasi terkait password database dan user harus benar-benar diganti dan disesuaikan dengan kondisi server kita. Jangan sekedar salin dan tempel dari gist milik saya. Pada artikel selanjutnya mungkin akan saya jelaskan lebih detil integrasi traefik docker untuk Ghost.

Selamat mencoba

One thought on “Catatan Integrasi Traefik dengan Nextcloud”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *