Mengatasi Kegagalan Menjalankan Service Docker

Mengatasi Kegagalan Menjalankan Service Docker

Dua hari yang lalu server saya update ke docker versi 17.09.0-ce. Docker versi ini sudah full menggunakan Moby Project. Awalnya dalam update, container yang sudah berjalan tidak saya utak-atik dan saya biarkan apa adanya. Akan tetapi setelah mengetahui ada beberapa paket yang perlu di update seperti ghost versi yang terbaru (versi 1.10) maka saya memutuskan shutdown sementara beberapa website seperti wordpress dan ghost yang sudah berjalan. Saya kemudian melakukan build ulang container yang ada. Setelah update dilakukan, saya mencoba untuk melakukan rebuild container. Hasilnya rebuild container tidak dapat dilakukan karena ada layer yang hilang. めんどくさい !. Sayangnya saya tidak catat pesan kesalahan yang terjadi untuk dokumentasi.

Read More

Resolve aclocal is missing

Resolve aclocal is missing

If you ever build package from a tarball then maybe you can find sometimes there is another part is missing. One of them is aclocal. This program is a part of GNU Automake package. The error message from bash shell is like this:

Read More

Change Desktop Environment and XTerm Configuration

Change Desktop Environment and XTerm Configuration

After upgrading my Ubuntu from 12.04 to 14.04, I had a problem with the desktop environment. Oh by the way, I’m using VirtualBox with newest version. So Ubuntu 12.04 said if I insist upgrading to 14.04 then you will have desktop problem. Nothing to lose so I accept the upgrade then it goes around until finished with the upgrade then reboot the Ubuntu.

Read More

Cara Installasi GNU/Linux Lubuntu

Cara Installasi GNU/Linux Lubuntu

Sesuai dengan janji pada artikel sebelumnya di Mengenal GNU/Linux Lubuntu, kali ini akan saya jelaskan langkah-langkah installasinya dengan menggunakan virtualization pada virtualbox.
Saya tidak akan menjelaskan lagi bagaimana cara memuat file ISO ke virtualbox karena hal tersebut pernah dibahas pada artikel sebelumnya. Silahkan muat ISO dari GNU/Linux Lubuntu yang pernah anda download sebelumnya. Kemudian tekan tombol “Start” setelah semuanya telah siap sehingga virtualbox mulai booting ISO image GNU/Linux Lubuntu. Terlihat beberapa pilihan dari proses awal installasi GNU/Linux Lubuntu. Pilih “English” sebagai bahasa kemudina pilih “Install Lubuntu” (anda boleh memilih bahasa yang digunakan untuk installasi dengan bahasa favorit anda).

Read More

Mengenal GNU/Linux Lubuntu

Mengenal GNU/Linux Lubuntu

Sepertinya kurang pas kalau saya sudah membahas tentang konsep apt tetapi tidak membahas bagaimana sebenarnya menginstall GNU/Linux Ubuntu. Manual dan cara-cara installasi sudah sangat banyak bertebaran diluar. Kali ini saya akan membahas sedikit gambaran karakteritik dari saudara dekatnya GNU/Linux Ubuntu yakni GNU/Linux Lubuntu. Sebelum berbicara lebih detil tentang GNU/Linux Lubuntu ada baiknya juga saya jelaskan apa saja distro GNU/Linux turunan dari GNU/Linux Ubuntu.

Menurut situs resmi dari ubuntu, terdapat beberapa turunan dari GNU/Linux Ubuntu yang secara signifikan terus berkontribusi di dalam perkembangannya diantaranya ialah
1. Xubuntu
2. Ubuntu Studio
3. Mythbuntu
4. Kubuntu
5. Edubuntu
6. Lubuntu

Sebenarnya masih banyak lagi turunan dari GNU/Linux Ubuntu yang lain. Sebagai contoh yang saya gunakan untuk sehari-hari yakni GNU/Linux Sabily 10.04 merupakan salah satu turunannya juga. Sedikit penjelasan dari distro turunan yang ada, sebenarnya distro-distro yang dibuat oleh developer memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan mendasar yang ada dari pemahaman saya hanya pada sisi antarmuka, sisi perangkat lunak yang terinstall dan visi yang dibawa. Sebagai contoh GNU/Linux Xubuntu, merupakan GNU/Linux Ubuntu yang menggunakan antarmuka XFCE sebagai desktopnya. XFCE dinilai ringan sehingga digunakan pada GNU/Linux Xubuntu. Sedangkan GNU/Linux Kubuntu menggunakan KDE (K Desktop Environtment). Adapun GNU/Linux Ubuntu Studio lebih kearah untuk penggunaan manipulasi multimedia seperti editing video, suara dan gambar.

Lalu bagaimana dengan GNU/Linux Lubuntu ?. Sebenarnya GNU/Linux Lubuntu sendiri tidak jauh berbeda dengan yang lain. Perubahan mendasar terletak pada penggunaan antarmuka desktop yang digunakan. GNU/Linux Lubuntu menggunakan LXDE sebagai antarmukanya yang dinilai ringan. Apa bedanya antara LXDE pada GNU/Linux Lubuntu dengan XFCE pada GNU/Linux Xubuntu?. Kedua-duanya sama-sama membawa visi “lightweight”. Untuk perbedaan tentu dari sisi tampilan walaupun pada sisi teknis juga ada sedikit perbedaan. Di lain waktu kita akan coba bahas lebih lanjut tentang XFCE dan LXDE ini.
Selain dari sisi perangkat lunak, GNU/Linux Lubuntu memiliki perbedaan. Sebagai contoh jika kita terbiasa menggunakan gnome-terminal maka di GNU/Linux Lubuntu kita menggunakan lxterminal. Di sisi perangkat lunak untuk pengolahan kata GNU/Linux Lubuntu menggunakan AbiWord sebagai default installasinya. Sedangkan untuk browsing di internet menggunakan Chromium. Perangkat-perangkat lunak tersebut merupakan perangkat yang dinilai cukup ringan.

Untuk selanjutnya kedepan kita akan bahas lebih lanjut cara installasi dari GNU/Linux Lubuntu. Semoga artikel mengenal GNU/Linux Lubuntu bermanfaat

Read More

Mengenal Konsep APT Pada GNU/Linux Ubuntu

Mengenal Konsep APT Pada GNU/Linux Ubuntu

Bagi yang terbiasa menggunakan sistem operasi open source tentu pernah mendengar dengan istilah apt. Apt merupakan salah satu perangkat lunak untuk membungkus paket perangkat lunak lain yang terdapat pada GNU/Linux. Istilah apt dikenal pertama kali pada sistem operasi GNU/Linux Debian. Kita ketahui bersama karena lisensi dari kernel linux ini adalah bebas untuk di download oleh siapa saja dan dimodifikasi oleh siapa saja maka dengan sendirinya sistem operasi GNU/Linux dapat dikembangkan dan diturunkan dengan sebanyak-banyaknya dengan tetap menjaga kesesuaian dengan lisensi yang ada.

Read More

How To Install Oracle 10g Release 2 On Ubuntu 10.04.1 Lucid Lynx 32 bit

How To Install Oracle 10g Release 2 On Ubuntu 10.04.1 Lucid Lynx 32 bit

Assalamu ‘alaykum,

Alhamdulillah akhirnya aku bisa kembali “menulis” tutorial lagi di blog ini. Masih seputar installasi Oracle 10g di GNU/Linux. Sesuai dengan judulnya How To Install Oracle 10g Release 2 On Ubuntu 10.04.1 Lucid Lynx 32 bit akan sedikit menjelaskan tentang bagaimana tata cara install Oracle 10g pada Linux Ubuntu. Rujukan artikel ini bisa dilihat di ObsessiveCoder, requirement yang digunakan pada hardware dan softwarenya sedikit berbeda. Tadinya mau install yang versi 11g tapi dikarenakan tidak muncul ketika create database maka sementara aku coba dulu di 10g.

Requirement Hardware:
1. Intel Centrino Duo
2. RAM 1 Giga
3. IBM Thinkpad Seri Z61t

Requirement Software:
1. Sabily 10.4 Manarat / Ubuntu 10.04 Lucid Lynx 32 bit
2. Oracle Database 10g Release 2 (kalau yang masih takut bisa coba yang versi Express Edition)

Part 1 – How To Install Oracle 10g Release 2 On Ubuntu 10.04.1 Lucid Lynx 32 bit

Maaf, untuk yang bagian 2 ini mungkin gambarnya ada yang tidak terlihat, mungkin karena software perekamnya yang kurang beres. Tapi ketika kita menginstall insya Alloh akan tetap terlihat dengan baik. Kasus ini mirip dengan yang 11g bedanya yang 11g benar-benar tidak kelihatan ketika create database

Part 2 – How To Install Oracle 10g Release 2 On Ubuntu 10.04.1 Lucid Lynx 32 bit

** PERHATIAN **
Perlu diingat bahwa untuk sementara ini Ubuntu tidak di support oleh Oracle, oleh karena itu jika anda menggunakannya untuk production server maka lebih baik gunakan OS yang memang direkomendasikan oleh Oracle seperti Oracle Enterprise Linux atau CentOS atau RedHat.

Read More