Mengenal AppGyver – Bagian 3

Mengenal AppGyver – Bagian 3
1. Pendahuluan
Sebelumnya kita telah menjelaskan apa itu AppGyver dan sudah pula dijelaskan bagaimana melakukan installasi AppGyver Steroids. Selanjutnya pada bagian ketiga ini kita akan langsung mencoba bagaimana membuat sebuah aplikasi dengan menggunakan AppGyver. Semoga dengan penjelasan ini akan dapat lebih memudahkan kita dalam mengembangkan sebuah aplikasi multiplatform dengan AppGyver.
2. Langkah-langkah
Pastikan steroids telah terinstall. Kita akan coba buat aplikasi sederhana terlebih dahulu. Lakukan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Buat project terlebih dahulu dengan mengetikkan pada command prompt sebagai berikut.
Read More

Mengenal AppGyver – Bagian 2

Mengenal AppGyver – Bagian 2
1. Pendahuluan
Setelah dijelaskan pengenalan awal keunggulan dari AppGyver maka selanjutnya akan coba saya jelaskan bagaimana AppGyver ini berjalan. Installasi apa saja yang dibutuhkan agar dapat berjalan dengan baik. Sebelum masuk ke dalam apa saja yang dibutuhkan prinsip dari AppGyver sangat memudahkan dapat dilihat cara kerjanya seperti pada Gambar 1 berikut:
workflow appgyver
Maka tidak heran dalam videonya disebutkan dengan waktu 4 menit dapat menghasilkan aplikasi yang siap pakai. Secara umum beberapa hal yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan AppGyver hanya dua hal yakni Laptop / PC yang terhubung dalam jaringan dan satu lagi adalah handheld anda. Laptop / PC harus terhubung pada satu buah jaringan WLAN karena handheld dibutuhkan untuk testing aplikasi yang telah dibuat di laptop kita.
Read More

Mengenal AppGyver – Bagian 1

Mengenal AppGyver – Bagian 1

Sebelumnya saya telah membuat artikel berkenaan dengan error pada AppGyver steroids tanpa menjelaskan lebih awal apa itu AppGyver. Kenapa sekarang mulai membahas AppGyver ?. Awalnya tertarik untuk mengembangkan aplikasi berbasis HTML5 yang dapat berjalan pada dua buah platform Android atau iOS ya (disamping sebuah tuntutan ? :D). Ada hikmah yang dapat diambil sekalipun nanti pengembangan tidak menggunakan AppGyver. Ketertarikan pada AppGyver dimulai ketika salah satu client meminta tolong membuatkan sebuah aplikasi yang dapat diakses multiplatform (Android, iOS, Blackberry, Windows Phone ??). Sebelum masuk ke dalam ranah mobile (kalau untuk sekedar develop sudah pernah) saya tidak berani coba-coba apalagi ini menyangkut nama baik tentu butuh masukan lebih banyak. Solusi awal adalah meminta nasehat kepada sahabat saya yang sudah terjun sebelumnya di bisnis mobile dan turunannya.

Read More

Error AppGyver Steroids

Error AppGyver Steroids

Ada yang sudah pernah coba AppGyver ?. Ada yang sudah pernah menemukan error AppGyver steroids ?. Bagi mereka developer android dan iOS mungkin sudah pernah mendengar. AppGyver merupakan salah satu tool yang dapat digunakan untuk mempermudah developer mengembangkan aplikasi yang bergerak pada Android atau iOS. Biasanya sebelum mencoba sebuah tool saya buat artikel pengantar cuma karena sudah mendesak dan mungkin banyak yang menemukan permasalahan ini maka tidak ada salahnya saya coba share pengalaman saya ketika awal mau mencoba. Artikel pengantar semoga bisa dituliskan dalam beberapa waktu ke depan.

Read More

Mengenal Bash Scripting (Dasar) – Bagian 3

Mengenal Bash Scripting (Dasar) – Bagian 3

Pada artikel bagian pertama saya telah menjelaskan struktur bash dan bagaimana perintah-perintah yang ada terkadang membutuhkan sebuah option atau parameter tertentu. Di artikel bagian kedua sudah saya jelaskan pula bagaimana bash dieksekusi dan bagaimana sebuah variabel pada bash dapat bersifat fleksibel apakah termasuk tipe data yang bersifat bilangan atau karakter. Maka pada artikel ketiga ini kita mulai masuk ke dalam pernyataan bersyarat pada bash scripting.

Read More

Mengenal Bash Scripting (Dasar) – Bagian 2

Mengenal Bash Scripting (Dasar) – Bagian 2

Pada artikel sebelumnya Mengenal Bash Scripting (Dasar) Bagian 1 sudah saya jelaskan bahwa perintah-perintah yang ada terkadang membutuhkan parameter (biasa disebut option atau flag) terkadang juga tidak membutuhkan. Di artikel kedua ini akan saya jelaskan sedikit beberapa hal dasar yang perlu diketahui, jenis-jenis file yang dikenal, variabel pada bash dan lain sebagainya.

Read More

Mengenal Bash Scripting (Dasar) – Bagian 1

Mengenal Bash Scripting (Dasar) – Bagian 1
     Setelah cukup saya kenalkan distro GNU/Linux dan BSD maka sekarang sudah saatnya kita mulai masuk ke dalam lingkungan GNU/Linux atau BSD itu sendiri. Saya akan share sedikit beberapa hal yang perlu diketahui oleh kita yang baru belajar GNU/Linux ataupun BSD. Shell scripting. Kawan-kawan yang belajar di Ilmu Komputer atau Teknik Informatika tentu sangat mengenal dengan mata kuliah Sistem Operasi dan shell itu sendiri. Tentunya saya tidak akan membahas materi Sistem Operasi disini.
Read More

Mengembangkan Aplikasi Android Dengan Menggunakan Eclipse

Mengembangkan Aplikasi Android Dengan Menggunakan Eclipse

Saya belum akan membahas bagaimana coding di Android akan tetapi kali ini saya akan membahas terlebih dahulu bagaimana cara integrasi Eclipse dengan Android SDK. Sebenarnya hal ini sudah sangat banyak terdapat di internet namun tidak ada salahnya saya coba untuk menulis ulang dengan praktek langsung pada laptop yang saya punya. Saya tidak akan membahas dengan detil apa fungsi Eclipse karena itu di luar konteks tulisan. Intinya Eclipse adalah salah satu perangkat lunak (IDE?) yang digunakan untuk mengembangkan perangkat lunak berbasis web ataupun desktop.

Read More

Mengenal Portage Pada GNU/Linux Gentoo

Mengenal Portage Pada GNU/Linux Gentoo

Portage sebagaimana dengan apt-get ataupun yum merupakan salah satu paket manajemen sistem pada GNU/Linux Gentoo. Konsep dari Portage sebenarnya dibangun dari Ports pada sistem operasi FreeBSD. Berbeda dengan sistem operasi GNU/Linux yang lain pada manajemen paketnya, Portage menawarkan sebuah fleksibilitas dan tingkat optimal dari sistem operasi yang dibangun.

Read More

Error Kernel Not Installed Pada VirtualBox

Error Kernel Not Installed Pada VirtualBox

Pernah menghadapi Oracle VirtualBox error ketika akan menjalankan virtual machine anda?. Muncul popup window yang berjudul “VirtualBox – Error In suplibOsInit”?. Hal ini saya alami pada GNU/Linux Sabily ketika akan mencoba menginstall maupun akan menjalankan virtual machine.
Ada beberapa kondisi yang menyebabkan hal ini terjadi:

  1. Anda telah mengupdate kernel GNU/Linux yang terbaru
  2. Kernel module dari virtualbox belum di load ke kernel GNU/Linux kita

Kasus saya terjadi sesuai dengan option pertama. Untuk itu ada beberapa solusi yang dapat dijalankan.
1. Uninstall terlebih dahulu virtualbox-ose anda dengan menjalankan perintah

sudo apt-get remove virtualbox-ose

2. Kemudian cek apakah linux-headers anda telah terinstall sesuai dengan versi kernel anda. Dapat dilakukan sebagai berikut

sudo dpkg-query -l | grep $(uname -r)

Punya saya muncul seperti ini.

Error Kernel Not Installed

Error Kernel Not Installed

Pada kasus virtualbox error saya ketika perintah diatas dijalankan yang muncul cuma satu yakni linux-image saja. Sementara virtualbox membutuhkan linux-headers untuk mengkompilasi (diawal) dan menjalankannya di kernel.

3. Lakukan installasi dengan mengetikkan perintah sebagai berikut

sudo apt-get install linux-headers-$(uname -r)

4. Setelah installasi linux-headers selesai kemudian jalankan kembali installasi virtualbox sebagai berikut

sudo apt-get install virtualbox-ose

Nanti akan muncul beberapa proses seperti gambar dibawah ini

Error Kenel Not Installed

Error Kenel Not Installed

Setelah selesai silahkan jalankan kembali virtualbox anda dan selamat mencoba.

Read More

Mengenal Ports Pada FreeBSD

Mengenal Ports Pada FreeBSD

Setelah membahas sedikit tentang sistem packaging dengan APT pada GNU/Linux Lubuntu, tidak ada salahnya saya jelaskan juga sistem packaging pada sistem operasi keluarga BSD. Untuk artikel kali ini FreeBSD menjadi pilihan utama dan pertama saya, alasannya karena saya sendiri pernah bermain-main cukup lama dengan sistem operasi ini yang cukup terkenal powerfull untuk server. Saya masih ingat awal-awal sebelum Mengenal FreeBSD sistem operasi yang saya gunakan ialah GNU/Linux RedHat dan GNU/Linux Slackware. Sempat juga mencicipi GNU/Linux Mandrake tapi sama saja antara Mandrake (sekarang Mandriva) dan RedHat kurang memuaskan bagi saya secara pribadi. Adapun penggunaan Slackware pada saat itu memberikan kesan tersendiri karena sifat dari GNU/Linux Slackware yang clean dan simpel.

Read More

Mengenal Installasi FreeBSD

Mengenal Installasi FreeBSD

Pada artikel sebelumnya kita telah sedikit mengenal tentang FreeBSD. Supaya tidak menjadi penasaran yang berkelanjutan ada baiknya kita juga mengenal cara installasi dari FreeBSD. Seperti biasa saya tetap menggunakan VirtualBox untuk menginstallnya. Bagi anda yang memiliki pc server yang menganggur alangkah baiknya bisa dicoba secara langsung.
Settingan pada VirtualBox untuk installasi menggunakan RAM sebesar 128M. Silahkan anda boleh melebihkan besar RAM sesuai dengan keinginan asalkan tetap pada batas yang wajar. Silahkan download file ISO dari FreeBSD 9 di situs freebsd.org karena saya menggunakan FreeBSD 9 untuk contoh installasi ini.
Langkah pertama seperti biasa anda bisa load ISO image dari FreeBSD 9 atau anda juga bisa menggunakan CD yang sudah anda burning sebelumnya. Kemudian load ISO image atau CD tersebut hingga muncul tampilan sebagai berikut

Load Iso Image

Load Iso Image

Biarkan proses tersebut berjalan hingga muncul pilihan seperti pada berikut ini.

booting awal

booting awal

Pada pilihan-pilihan yang ada sementara anda tidak perlu memilih konfigurasi yang lain. Anda cukup langsung menekan tombol enter pada keyboard sehingga dapat berjalan proses selanjutnya.

proses booting

proses booting

Setelah proses berjalan kemudian kita akan dihadapkan dengan sambutan dari installer FreeBSD. Kita diminta untuk memilih salah satu dari tiga pilihan, “Install”, “Shell”, “Live CD”. Langsung saja pilih “Install”.

sambutan freebsd

sambutan freebsd

    Setelah itu kita diminta untuk memasukkan hostname dari sistem operasi yang akan kita install. Disini saya memasukkan “freshbee” sebagai nama hostnamenya. Kemudian pilih OK.

isi hostname

isi hostname

    Pada kotak dialog selanjutnya kita diminta untuk menginstall komponen yang diperlukan. Pada FreeBSD 9 dikenalkan 4 sistem komponen yang bisa diinstall. Karena saya tidak membutuhkan game untuk sistem operasi ini maka saya centang semua pilihan kecuali game. Kemudian pilih OK kembali.

sistem komponen

sistem komponen

    Selanjutnya kita diminta untuk memilih metode dalam partisi harddisk. Terdapat 3 pilihan utama partisi, “Guided”, “Manual” dan “Shell”. Saran saya bagi kita yang masih pemula untuk memilih “Guided” pada metode partisi yang akan digunakan. Untuk partisi “Manual” dan “Shell” akan saya jelaskan di artikel mendatang insya Alloh.

awal partisi

awal partisi

    Kemudian masih pada urusan partisi harddisk, karena harddisk yang kita gunakan menggunakan harddisk virtual dan kita tidak membutuhkan installasi sistem operasi lain maka pilih saja “Entire Disk” untuk menggunakan seluruh dari partisi yang ada untuk FreeBSD.

entire disk

entire disk

Setelah itu kita diminta untuk mereview ulang hasil pilihan kita. Di tempat saya tertera tiga buah partisi, freebsd-boot, freebsd-ufs, freebsd-swap. Sekali lagi tidak jauh berbeda dengan GNU/Linux. Langsung saja pilih “Finish”. Setelah itu akan muncul konfirmasi maka pilihlah “Commit”.

partition editor

partition editor

commit partition

commit partition

Setelah kita memilih “Commit” kemudian akan muncul proses partisi harddisk.

proses partisi

proses partisi

Setelah proses selesai kita diminta untuk memasukkan username dan password dari root. Seperti biasa dan sama dengan yang ada di GNU/Linux. Silahkan dimasukkan.

root password

root password

 

Selanjutnya kita diminta untuk memilih ethernet card / LAN card yang akan digunakan. Bawaan dari VirtualBox adalah Intel(R) PRO/1000. Silahkan dipilih dan klik “OK”.

pilih ethernet card

pilih ethernet card

Kemudian kita juga diminta untuk memasukkan dns name yang akan digunakan. Masukkan sesuai dengan provider internet yang anda gunakan.

input dns

input dns

 

Selanjutnya kita diminta untuk memilih zona waktu. Jika anda tidak faham apa yang dimaksud dengan disini maka cukup dengan memilih “NO”.

clock

clock

 

Proses selanjutnya memilih negara. Pilih Indonesia dan klik “OK” dan kemudian pilih “Java & Sumatra” untuk zona waktunya.

pilih negara

pilih negara

pilih daerah

pilih daerah

Dipilihan selanjutnya kita diminta mencentang service apa yang berjalan ketika booting awal dari FreeBSD. Sementara centang semua dan pilih “OK”.

buku

buku

 

Dialog selanjutnya kita diminta apakah ingin mengaktifkan crash dumps?. Saran saya tidak perlu karena kita menggunakan FreeBSD sementara ini hanya untuk installasi dan bukan untuk develop pada lingkungan FreeBSD. Namun kalau anda ingin mengaktifkan juga tidak mengapa dengan tetap memperhatikan bahwa crash dumps membutuhkan space pada /var.

crash dumps

crash dumps

 

Kemudian kita diminta untuk memasukkan user yang akan menggunakan sistem operasi FreeBSD ini. User disini bukanlah user root tapi user biasa yang akan mengoperasikan. Silahkan dimasukkan sesuai dengan apa yang diminta.

installasi freebsd

installasi freebsd

user

user

 

Pada posisi ini FreeBSD kita sudah hampir selesai untuk diinstall. Kita diminta untuk mereview ulang pilihan-pilihan sebelumnya sebelum proses akhir installasi. Saran saya langsung pilih “Exit” dan klik “OK”.

review

review

 

Installasi telah selesai dijalankan kemudian pilih “No” untuk booting ke FreeBSD hasil installasi kita. Dan pilih “Reboot”.

installasi freebsd

installasi freebsd

Beginilah hasil dari installasi FreeBSD kita. Semoga kita bisa mendapatkan manfaat di dalamnya.

akhir installasi

akhir installasi

Read More