Beralih dari Dropbox ke Nextcloud

Setelah sekian lama tidak mengurus berkas saya di server akhirnya dua hari ini berhasil memindahkannya ke layanan yang baru. Hanya berbekal keyakinan dan kebahagiaan serta keisengan untuk mencoba fitur yang baru menyebabkan saya dulu nekat untuk memasang Dropbox keatas berkas sistem btrfs. Sayangnya kebahagiaan itu tidak berlangsung lama karena Dropbox memutuskan untuk menghentikan dukungan berkas sistem selain ext4.

Tidak perlu bertanya lebih jauh alasan Dropbox untuk memutuskan tidak lagi mendukung berkas sistem lain. Itu bebas dan sah-sah saja bagi mereka sebagai yang empunya layanan. Tentu saja hal ini membuat banyak orang kecewa dan marah di beberapa forum. Tapi sekali lagi “suka-suka gue buat layanan” istilahnya. Kalau mau menggunakan ya silakan ikuti kalau nggak mau tinggalkan.

Sebenarnya ada cara lain yang bisa digunakan agar kita tetap dapat menggunakan layanan Dropbox tapi itu semua lebih teknis dan jujur males saya untuk menggali lebih jauh. Karena usaha yang dilakukan agar tetap dapat menggunakannya tidak jauh berbeda dengan memasang layanan baru secara teknis. Hal ini semakin menambah kemantapan bagi saya pribadi untuk mencoba layanan yang baru.

Itu menjadi alasan utama saya untuk berpindah walaupun ada alasan lain yang tidak perlu saya sebutkan disini. Kenapa pilihannya jatuh menggunakan nextcloud ?. Ada beberapa alasan. Pertama, saya melihat nextcloud sangat aktif dikembangkan dibanding saudaranya dulu owncloud. Dukungan komunitasnya juga cukup besar dan baik. Usaha untuk memasangnya di komputer “mungkin” 11-12 dengan owncloud-lah. Jadi susah banget ya nggak, gampang juga belum tentu. Terlebih lagi jika kita masih baru dalam menggunakan layanan teknis ini.

Kalau ingin mudah sebenarnya bisa menggunakan provider yang sudah ada. Ya namanya langganan berarti berbayar. Sayangnya saya belum cek lebih lanjut berapa banyak provider nextcloud ini. Ketertarikan saya sebenarnya untuk menyediakan layanan sendiri minimal untuk diri pribadi.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan jika kita ingin memasangnya pada komputer. Saya tidak akan bahas pada artikel singkat ini karena cukup panjang. Saya akan bahas pada artikel sendiri di lain waktu. Jelasnya, saya menggunakan layanan hosting berkas sendiri dengan nextcloud dengan memasangnya pada server. Sekarang tidak ada lagi pembatasan jumlah berkas yang bisa saya simpan. Kebetulan ada nganggur 2 buah Hard Disk eksternal, 4TB dan 8TB. Lumayan buat menyimpan. Server nextcloud saya pasang di GNU/Linux Lubuntu server. Hingga tulisan ini dibuat, saya masih tetap menggunakan versi server yang sama untuk Ubuntu yakni 16.04.

Saya akan melihat beberapa pekan ke depan sejauh mana nextcloud mampu menjawab kebutuhan saya. Kebutuhan saya simpel sebenarnya mau simpan barang tanpa memikirkan besar kecilnya dan tidak perlu memikirkan kehabisan kapasitas. Sampai bertemu di artikel selanjutnya.

3 thoughts on “Beralih dari Dropbox ke Nextcloud

  1. Pingback: Memasang Nextcloud pada GNU/Linux Lubuntu - Andrey FerriyanAndrey Ferriyan

  2. Pingback: Konfigurasi Nextcloud dan Pemasangan SSL - Andrey FerriyanAndrey Ferriyan

  3. Pingback: Sinkronisasi Nextcloud Server dengan Klien - Andrey FerriyanAndrey Ferriyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *