Mengenal GNU/Linux Lubuntu
Sepertinya kurang pas kalau saya sudah membahas tentang konsep apt tetapi tidak membahas bagaimana sebenarnya menginstall GNU/Linux Lubuntu. Manual dan cara-cara installasi sudah sangat banyak bertebaran diluar. Kali ini saya akan membahas sedikit gambaran karakteritik dari saudara dekatnya GNU/Linux Ubuntu yakni GNU/Linux Lubuntu. Sebelum berbicara lebih detil tentang GNU/Linux Lubuntu ada baiknya juga saya jelaskan apa saja distro GNU/Linux turunan dari GNU/Linux Ubuntu.
Menurut situs resmi dari ubuntu, terdapat beberapa turunan dari GNU/Linux Ubuntu yang secara signifikan terus berkontribusi di dalam perkembangannya diantaranya ialah
1. Xubuntu
2. Ubuntu Studio
3. Mythbuntu
4. Kubuntu
5. Edubuntu
6. Lubuntu
Sebenarnya masih banyak lagi turunan dari GNU/Linux Ubuntu yang lain. Sebagai contoh yang saya gunakan untuk sehari-hari yakni GNU/Linux Sabily 10.04 merupakan salah satu turunannya juga. Sedikit penjelasan dari distro turunan yang ada, sebenarnya distro-distro yang dibuat oleh developer memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan mendasar yang ada dari pemahaman saya hanya pada sisi antarmuka, sisi perangkat lunak yang terinstall dan visi yang dibawa. Sebagai contoh GNU/Linux Xubuntu, merupakan GNU/Linux Ubuntu yang menggunakan antarmuka XFCE sebagai desktopnya. XFCE dinilai ringan sehingga digunakan pada GNU/Linux Xubuntu. Sedangkan GNU/Linux Kubuntu menggunakan KDE (K Desktop Environtment). Adapun GNU/Linux Ubuntu Studio lebih kearah untuk penggunaan manipulasi multimedia seperti editing video, suara dan gambar.
Sebenarnya GNU/Linux ini sendiri tidak jauh berbeda dengan yang lain. Perubahan mendasar terletak pada penggunaan antarmuka desktop yang digunakan. LXDE digunakan sebagai antarmukanya yang dinilai ringan. Apa bedanya antara LXDE dengan XFCE ?. Kedua-duanya sama-sama membawa visi “lightweight”. Untuk perbedaan tentu dari sisi tampilan walaupun pada sisi teknis juga ada sedikit perbedaan. Di lain waktu kita akan coba bahas lebih lanjut tentang XFCE dan LXDE ini.
Selain dari sisi perangkat lunak, GNU/Linux Lubuntu memiliki perbedaan. Sebagai contoh jika kita terbiasa menggunakan gnome-terminal maka di GNU/Linux Lubuntu kita menggunakan lxterminal. Di sisi perangkat lunak untuk pengolahan kata GNU/Linux Lubuntu menggunakan AbiWord sebagai default installasinya. Sedangkan untuk browsing di internet menggunakan Chromium. Perangkat-perangkat lunak tersebut merupakan perangkat yang dinilai cukup ringan.
Untuk selanjutnya kedepan kita akan bahas lebih lanjut cara installasi dari GNU/Linux Lubuntu. Semoga artikel mengenal GNU/Linux Lubuntu bermanfaat



-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Show Comments[…] Sistem operasi yang terinstall di komputer secara fisik dalam hal ini GNU/Linux Lubuntu disebut sebagai host machine sedangkan sistem operasi yang diinstall diatasnya dinamakan guest […]
[…] terhadap produk-produknya. Tapi alhamdulillah sekarang sudah relatif stabil. Bagi anda pengguna GNU/Linux Ubuntu maupun turunannya bisa cukup menggunakan perintah apt untuk menginstall Virtualbox. Sebagaimana […]
[…] dengan janji pada artikel sebelumnya di Mengenal GNU/Linux Lubuntu, kali ini akan saya jelaskan langkah-langkah installasinya dengan menggunakan virtualization pada […]
[…] tidak jauh dan masih banyak lagi. Perintah-perintah dari FreeBSD tidak terlalu berbeda jauh dengan GNU/Linux. Oleh karena itu bagi kita yang sudah terbiasa menggunakan sistem operasi open source seperti […]
[…] membahas sedikit tentang sistem packaging dengan APT pada GNU/Linux Lubuntu, tidak ada salahnya saya jelaskan juga sistem packaging pada sistem operasi keluarga BSD. Untuk […]
[…] terhadap produk-produknya. Tapi alhamdulillah sekarang sudah relatif stabil. Bagi anda pengguna GNU/Linux Ubuntu maupun turunannya bisa cukup menggunakan perintah apt untuk menginstall Virtualbox. Sebagaimana […]
[…] almost all. I don’t have to worry for compiling driver or even compiling my kernel. Even Ubuntu said that compiling kernel is not recommended unless you really.. really want it and insist or […]
[…] operasi yang terinstall di komputer secara fisik dalam hal ini GNU/Linux Lubuntu disebut sebagai host machine sedangkan sistem operasi yang diinstall diatasnya dinamakan guest […]
[…] dengan janji pada artikel sebelumnya di Mengenal GNU/Linux Lubuntu, kali ini akan saya jelaskan langkah-langkah installasinya dengan menggunakan virtualization pada […]
[…] operasi yang terinstall di komputer secara fisik dalam hal ini GNU/Linux Lubuntudisebut sebagai host machine sedangkan sistem operasi yang diinstall diatasnya dinamakan guest […]
[…] operasi yang terinstall di komputer secara fisik dalam hal ini GNU/Linux Lubuntudisebut sebagai host machine sedangkan sistem operasi yang diinstall diatasnya dinamakan guest […]
[…] operasi yang terinstall di komputer secara fisik dalam hal ini GNU/Linux Lubuntudisebut sebagai host machine sedangkan sistem operasi yang diinstall diatasnya dinamakan guest […]
[…] Sepertinya kurang pas kalau saya sudah membahas tentang konsep apt tetapi tidak membahas bagaimana sebenarnya menginstall GNU/Linux Ubuntu. Manual dan cara-cara installasi sudah sangat banyak bertebaran diluar. Kali ini saya akan membahas sedikit gambaran karakteritik dari saudara dekatnya GNU/Linux Ubuntu yakni GNU/Linux Lubuntu. […]
[…] google. So I chose LXDE because it is ligher than XFCE. There is another distro using LXDE called Lubuntu. You can try it if you […]
[…] operasi yang terinstall di komputer secara fisik dalam hal ini GNU/Linux Lubuntudisebut sebagai host machine sedangkan sistem operasi yang diinstall diatasnya dinamakan guest […]
[…] RStudio Server is integrated development environment for R language. It includes everything from terminal, syntax-highlighting editor or I should say everything that R has but its running in the web. In this article I’ll show you how to deploy RStudio Server with SSL support on GNU/Linux Lubuntu 16.04. […]
[…] installation from my GNU/Linux Lubuntu 16.04 doesn’t have any sound control. I never use my desktop PC for listening any sound especially […]
[…] kawan sempat menyampaikan bahwa GNU/Linux Ubuntu sekarang sudah ada di Windows dalam bentuk Windows Subsystem. Saya pada saat itu masih belum begitu […]
[…] harus disesuaikan dengan format init.d. Kali ini dengan menggunakan systemd yang berada pada GNU/Linux Ubuntu 18.04, kita akan coba membuat sebuah script yang bisa otomatis jalan ketika server dimuat ulang. […]
[…] 2 buah Hard Disk eksternal, 4TB dan 8TB. Lumayan buat menyimpan. Server nextcloud saya pasang di GNU/Linux Lubuntu server. Hingga tulisan ini dibuat, saya masih tetap menggunakan versi server yang sama untuk Ubuntu yakni […]
[…] turunannya. Bagi yang belum memasang sistem operasi GNU/Linux ada baiknya membaca terlebih dahulu apa itu GNU/Linux Lubuntu agar memudahkan dalam […]
[…] banyak. Sebagai contoh, secara default, image yang digunakan oleh Nextcloud pada docker adalah GNU/Linux Ubuntu. Base image docker untuk GNU/Linux Ubuntu terbilang cukup besar. Saya memilih untuk menggunakan […]
[…] VPS yang sangat memuaskan dengan harga yang sesuai. Salah satu server ATSoft yang menggunakan GNU/Linux CentOS berhasil untuk upgrade dengan sangat mudah tanpa perlu resize manual via shell. Rupanya hal […]